artikel manajemen sumberdaya manusia

BAB I

PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Masalah

Manajemen merupakan sebuah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (ordway tead,)*. Setiap organisasi, apapun jenisnya pasti menerapakan manajemen dalam pengorganisasian organisasinya.

Seiring berkembangnya kompleksitas organisasi, lingkungan organisasi dan perkembangan ilmu manajemen itu sendiri organisasi dituntut untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitarnya yang terus dan terus berkembang. Hal ini dibutuhkan organisasi agar tetap menjamin eksistensi suatu organisasi dan menjamin kesehatah organisasi agar tetap efektif dan efisien dalam pencapaian tujuannya. (Adam Indra Wijaya).

Menurut gomes Dalam bukunya Manajemen Sumberdaya Manusia, menjelaskan salah satu tahap dalam MSDM tersebut adalah perekrutan pekerja, dalam memilih pekerja dalam suatu organisasi haruslah berdasarkan standar-standar prestasi yang disyaratkan untuk suatu jabatan. Hal ini bertujuan agar menjamin efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan suatu organisasi.

Di sisi lain “moekijat” dalam bukunya tata laksana kantor manajemen perkantoran standarisasi hasil pekerjaan merupakan aspek penting dalam organisasi untuk membantu mempercapat proses manajemen, memeberikan dasar pengertian umum terhadap suatu pekerjaan, membantu mendapatkan koordinasi, mengurangi pemborosan, memajukan penggunaan pekerja yang lebih baik, mendorong kesederhanaan dan lain-lain. Selain itu Bidang yang sangat penting lainnya dalam manajerial sebuah organisasi adalah pelatihan pekerja secara formal, yaitu pengemangan orang-orang yang direncanakan untuk memberikan kecakapan terhadap pekerja tersebut.

Hal ini bertujuan untuk:

*

Menambah semangat kerja pegawai
*

Membantu pelaksanaan pekerjaan lebih efisien
*

Menjamin kontinuitas calon-calon untuk jabatan yang lebih tinggi
*

Membantu efisiensi perusahaan secara umum
*

Mengurangi intensitas pengawasan yang banyak
*

Menjamin standar yang digunakan
*

Menyebabkan loyalitas pegawai menjadi tinggi
*

Menambah produktifitas
*

Mengurangi kesalahan
*

Menambah stabilitas dan fleksibilitas organisasi

Beranjak dari beberapa aspek manajemen diatas penulis mencoba untuk melihat sudut penerapan konsep-konsep manajemen tersebut dalam organisasi kemahasiswaan hima isospol unp. Apakah beberapa konsep manajemen tersebut telah diterapkan sepenuhnya dalam pencapaian tuuan organisasi. Karenan Tidak dapat dipungkiri bahwa output dari suatu organisasi sangat ditentukan oleh input dan proses manajerial yang terjadi didalam organisasi tersebut.

Melihat perkembangan Indonesia belakangan ini, mahasiswa telah menjadi fenomen penting dalam perubahan yang terjadi di Indonesia. Setelah 32 tahun pemerintahan dibawah kendali Presiden Soeharto, krisis ekonomi melanda Indonesia yang diakibatkan pengendalian sumber daya keuangan yang tidak proporsional. Bantuan luar negeri yang semula membantu proses pembangunan menjadi sandara utama dalam pembiyaan modernisasi.

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat berpendidikan dan sehari-harinya bergelut dengan pencarian kebenaran dalam kampus melihat kenyataan yang berbeda dalam kehidupan nasionalnya. Kegelisahan kalangan mahasiswa ini kemudian teraktualisasikan dalam aksi-aksi protes yang kemudian mendorong perubahan yang reformatif dalam sistem politik di Indonesia. Begitulah gambaran yang terjadi dalam pemikiran mahasiswa pada waktu terjadinya reformasi 1998 di indonesia.

Akan tetapi dalam aplikasi peran mahasiswa terhadap permasalahan sosial tidak dapat dilepaskan dari keberadaan organisasi kemahasiswaan yang mewadahinya. Berbagai pemikiran yang diusung oleh mahasiswa dalam melakukan aksinya merupakan gambaran dari proses pembelajaran yang didapatkan dalam kehidupan sehari-harinya dan juga pembelajaran yang didapat dari bermacam jenis organisasi kemahasiswaan.

Oleh sebab itu, Mencarmati out put yang dikeluarkan dari hima isospol UNP sebagai salah satu orgniasasi kemahasiswaan yang menurut penulis cenderung tidak efisien dan efektif penulis mempunyai hipotesis yang mengindikasikan belum diterapkannya beberapa hal tentang proses manajerial secara ilmiah di organisasi hima isospol UNP. Dan untuk memecah kan permasalahan tersebut kami mencoba untuk menysun penelitian ini agar mendapatkan jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi oleh hima isospol.

2.

Batasan masalah

Hampir semua kegiatan didalam organisasi terkait langsung dengan MSDM, karna berbagai keterbatasan penulis memfokuskan Penelitian ini dengan lebih membatasi pembahasannya terhadap tiga hal penting dalam MSDM yaitu:

1.

Rekrutmen
2.

Pelatihan bagi karyawan
3.

standarasasi
1.

Rumusan Masalah

Mencarmati kondisi sosial indonesia yang diantam berbagai pemasalahan seperti tekanan ekonomi internasional, tekanan politik internasional, pemasalahan penegakan hukum, bencana alam, pemberantasan korupsi, kurangnya sumberdaya untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan bagi masyrakat, penulis berpendapat keberadaan organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu solusi kaya manfaat untuk memberi pencerahaan terhadap pemecahan maslah diatas.

Agar mempertajam peran mahasiswa isospol UNP dalam berbagai aspek kehidupan berbangasa dan bernegara penulis beranggapan penelitian ini sangat dibutuhkan untuk memecah kan berbagai permasalah teknis organisasi dihubungkan dengan teori-teori organisasi dan manajemen organisaisi secara ilmiah.

Penulis merumuskan beberapa permaslahan konsep manajemen organisasi di hima isospol UNP, yaitu:

1.

bagaimana proses rekrutmen yang dilakukan oleh hima isospol
2.

bagaimana standar hasil pekerjaan yang diterapkan oleh hima isospol UNP
3.

bagaimana bentuk pelatihan yang diberikan kepada anggota hima isospol UNP

4.

Tujuan Penelitian

1.

menggambarkan penerapan manajemen ilmiah dalam hima isospol UNP
2.

mengidentifikasi kekurangan-kekurangan penerapan konsep manajemen ilmiah.

5.

Manfaat Penelitian

manfaat akademisnya adalah sebagai pedoman kajian literatur untuk penelitian selanutnya dan sebagai inisiator untuk melakukan penelitian bagi organisasi mahasiswa lainnya dalam mencapaitujuan dan efesiensi serta efektifitas organisasi kemahasiswaan mencapai tujuannya

Terdapat manfaat praktis sebagai berikut:

1.

sebagai bahan masukan bagi hima isospol UNP untuk melakukan pengembangan organisasinya
2.

sebagai bahan masukan kepada pembina hima isospol UNP untuk menindak lanjuti penelitian ini

BAB II

LANDASAN TEORI

1.

Pengertian
1.

pengertian manajemen

Manajemen berasal dari kata kerja “to manage” yang berarti mengrus, mengatur, melaksanakan dan mengelola, namun para ahli menterjemahkan manajemen kedalam beberapa bentuk penafsiran tergantung sudut pandang mereka dalam mengartikan manajemen tersebut.(GOMES,Hal 1,1995)

1.

Menurut Fraderick W. Taylor ;

Ilmu manajemen itu dapat diterjemehkan sebagai ilmu pengetahuan yang mandiri yang sebenarnya akan anda kerjakan, slanjutnya mengkaji apakah sesuatu itu dikarjakan dengan cara terbaik serta termudah.

2.

Menurut olever Sheldon

Kegunaan manajemen adalah sebagai fungsi kajian industri dalam pelaksanaan kebijakan dipandang dalam batas-batas kumpulan penyelenggaraan, dalam pekerjaan organisasi untuk tujuan khusus yang akan dating.

3.

Menurut george terry

Manajemen adalah suatu proses khusus yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, p[elaksaan dan pengawasan yang dilakkan untuk menentukan serta mencpai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya

4.

Menurut john d. millet

Manajemen adalah proses kepemimpinan dan pemberian arah kepada pekerjaan yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.

5.

Menurut Ordway tead

Manajemen adalah proses dan perangakat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan suatu organisasi dalam mencapaituuan yang telah ditetapkan

6.

Menurut ralbh davis

Manajemen adalah fungsi dari setiap pimpinan pemerintahan dimanapun berada

7.

Menurut prof. prajudi

manajemen merupakan pengendalian dan pemanfaatan dari semua factor serta sumbardaya menurut suatu perencanaan.

(inu kencana dkk. 49-50, 1997)

2.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

SDM merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas. Jadi menurut gomes secara sederhana pengertian MSDM adalah mengelola sumber daya manusia dari keseluruhan sumber daya yang tersedia dalam suatu organisasi, baik organisasi public maupun swasta.

MSDM sebenarnya merupakan suatu gerakan pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup potensial, yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan konstribusi yang maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya. (GOMES.1,1995)

menurut kinggudu, pengertian MSDM dalam perspektif makro, manajemen sumberdaya manusia adalah: pengembangan dan pemanfaatan personil (pegawai) bagi pencapaian yang efektif mengenai sasara-sasaran dan tujuan-tujuan individu, organisasi, masyarakat, nasional dan internasional. Sedangkan dslam perspektif mikro MSDM merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas pengadaan ,pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi, individu dan masyarakat. (gomes 4,1995)

3.

maksud dan tujuan rekrutmen.

Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.. oleh sebab itu terdapat beberapa alasan dasar rekrutmen. Yaitu:

*

Rekrutmen dilaksanakan dalam suatu organisasi karena kemungkinan adanaya lowonagn (vacancy) dengan beraneka ragaman alas an, antara lain
*

berdirinya organisasi baru.
*

adanya perluasan kegiatan organisasi
*

terciptanya pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan-kegiatan baru.
*

adanya pekerja yang pindah ke organisasi lain.
*

adanya pekerja yang berhenti, baik dengan hormat maupun tidak dengan homat sebagai tindakan punitif.
*

adanya pekerja yang berhenti karena memasuki usia pension.
*

adanya pekerja yang meninggal dunia. (GOMES 105-106,1995)

1.

Teknik-teknik rekrutmen

1.

Teknik rekrutmen yang disentralisasikan

rekrutrmen disentralisasikan, instansi yang mengelola sumber daya manusia itu akan bertanggung jawab untuk meminta dari para manajer akan perkiraan-perkiraan periodik mengenai jumlah dan tipe pkerjaaan-pekerjaan baru yang dibutuhkan di waktu yang akan datang.

Untuk memenuhi peraturan perundang-undangan Affirmative Action yang menghendaki perwakilan proposional maka setiap pengumuman pekerjaanharus memasukkan informasi seperti ;

1.

Jenis pekerjaan, klasifikasi, dan besar gajinya.
2.

Lokasi tugas (unit geografis dan organisasinya).
3.

Gambaran dari kewajiban-kewajiban kerja.
4.

Kualifikasi minimal.
5.

Tanggal mulai kerja.
6.

Prosedur-prosedur pelamaran.
7.

Tanggal penutup bagi penerimaan pelamaran-pelamaran.

2.

Teknik rekrutmen yang didesentralisasikan.

Rekrutmen yang didesentralisasikan terjadi di instansi-instansi yang relative kecil, kebutuhan-kebutuhan rekrutmen terbatas, dan dalam mana setiap instansi mempekerjakan berbagai tipe pekerja. Rekrutmen dengan cara ini selalu dipakai untuk posisi-posisi khas professional, ilmiah, atau administratif bagi suatu instansi tertentu.

(GOMES 111-113,1995)

3.

Pengretian Seleksi dan Penempatan.

Seleksi merupakan langkah yang diambil segera setelah terlaksananya fungsi rekrutmen. Seperti halnya fungsi rekrutmen, proses seleksi dan penempatan merupakan salah satu fungsi terpenting dalam manajemen suber daya manusia, karena tersedia atau tidaknya pekerja dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, diterima/tidaknya pelamar yang telah lulus proses rekrutmen, tepat/tidaknya penempatan seorang pekerja pada posisi tertentu, sangat ditentukan oleh fungsi seleksi dan penempatan ini.

Seleksi dan penempatan merupakan serangkaian langkah kegiatan yang di laksanakan untuk memutuskan apakah seorang pelamar diterima/ditolak, tepat/tidaknya seorang pekerja ditempatkan pada posisi-posisi tertentu yang ada dalam organisasi

Adapun syarat-syarat yang dimaksud di atas adalah ;

1.

Informasi analisis jabatan, yang memberikan diskripsi jabatan, spesifikasi jabatan dan standar-standar prestasiyang disyaratkan setiap jabatan.
2.

Rencana-rencana sumber daya manusia, yang memberikan informasikepad manajer tentang tersedia/tidaknya lowongan pekerja dalam organisasi.
3.

Keberhasilan fungsi rekrutmen, yang akan menjamin manajer bahwa tersedia sekelompok orang yang akan terpilih.

(GOMES 117-118,1995)

5.

Pengertian dan Tujuan Pelatihan dan Pengembangan.

Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggungjawabnya, atau suatu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya. Supaya efektif, pelatihan biasanya harus mencakup pengalaman balajar (learning experience), aktivitas-aktivitas yang terencana (be a planned organizational activity), dan didesain sebagaijawaban atas kebutuhan-kebutuhan yang berhasil diidentifikasikan. Istilah pelatihan sering disamakan dengan istilah pengembangan. Pengembangan (development) menunjuk kepada kesempatan-kesempatan belajar (learning opportunities) yang didesain guna membantu pengembangan para pekerja. Kesempatan yang demikian tidak terbatas pada pekerjaan yang sekarang. Jadi pelatihan langsung berkaitan denganperformansi kerja, sedangkan pengembangan (development) tidaklah harus. Pengembangan mempunyai skope yang lebih luas dibandingkan dengan pelatihan.

(GOMES 197-198,1995)

6.

Pelatihan pekerja

Bidang yang sangat penting lainnya daripada penggerakan manajerial adalah pelatihan secara formal, yang dapat dirumuskan sebagai pengembangan orang-orang yang direncanakan. Pelatihan secara formal membantu orang-orang memperoleh kecakapan melalui penerapan apa yang telah mereka pelajari.

Nilai Pelatihan:

1.

Seseorang yang sungguh-sungguh menjalankan manajemen menggunakan pelatihan untuk mempermudah dalam menjalankan manajemen.
2.

Sekelompok pegawai kantor yang telah dilatih dangan baik biasanya akan menunjukkan tambahan yang lebih besar dan mutu hasil kerja yang lebih tinggi ketimbang apa yang akan dicapai oleh kelompok yang tidak dilatih.
3.

Tanggung jawab pengawasan menjadi berkurang.
4.

Metode-metode penyelesaian pekerjaan dapat distandardisasikan dan dapat diberikan kepada semua pegawai.

Keuntungan Pelatihan

1.

Menambah semangat kerja pegawai.
2.

Membantu pelaksanan pekerjaan lebih efesien.
3.

Menjamin kontuinitascalon-calon untuk jabatan-jabatn yang lebih tinggi.
4.

Membantu efisiensi perusahaan secara umum.
5.

Lebih sedikit pengawasan yang diperlukan oleh pegawai-pegawai yang telah dilatih dengan baik.
6.

Menjamin bahwa metode-metode standar dipergunakan oleh peserta-peserta pelatihan.
7.

Mengakibatkan perpindahan pegawai menjadi berkurang.
8.

Menambah produktivitas.
9.

Mengurangi kecelakaan.
10.

Menambah stabilitas dan fleksibilitas organisasi.

Macam Pelatihan

1.

Pelatiahan induksi

Adalah pelatihan dangan tujuan membantu pegawai menyelesaikan pekerjaannya yang baru dan memberi beberapa ide kepadanya mengenai perusahaan dan latarbelakang pekerjaannya.

2.

Pelatihan dalam pekerjaan

Adalah instruksi khusus untuk melaksanakan tugas-tugas dari suatu pekerjaan tertentu.

3.

Pelatihan pengawas

Adalah pelatihan untuk mengajar pegawai-pegawai bagaimana memeriksa dan mengawasi serta melatih pegawai-pegawai lainnya.

4.

Pelatihan manajemen

Adalah pelatihan untuk melatih pegawai-pegawai untuk suatu jabatan dalam manajemen puncak, seperti Sekretaris Perusahaan, Akuntan, dan sebagainya.

5.

Pengembangan manajemen puncak

Adalah pelatihan untuk mengembangkan dan menambah kemampuan manajemen puncak.

Metode Pelatihan

1.

Untuk pelatihan induksi

Dengan kuliah-kuliah, pertunjukan-pertunjukan film, perjalanan-perjalanan untuk pekerjaan, dan sebagainya.

2.

Untuk pelatihan dalam pekerjaan
1.

Dengan sistem belajar sambil bekerja kepada pegawai-pegawai yang sudah berpengalaman dalam pekerjaan.
2.

Dalam sekolah-sekolah kepunyaan perusahaan.
3.

Dengan menempatkan seorang pelatih yang ahli dalam pelatihan.
4.

Dengan menyerahkan pelatihan kepada para pengawas.
5.

Dengan sistem megang.

3.

Untuk pelatiahn pengawas
1.

Dengan kursus T.W.I (Training Within Industry = Pelatihan Dalam Perusahaan).
2.

Dengan menyelenggarakan kursus pengawas kantor, dengan meninggalkan sebagian waktu dinas, atau dengan belajar pada sore hari.
4.

Untuk pelatiahan manajemen
1.

Dengan meningggalkan sebagian waktu dinas untuk kursus ujian professional.
2.

Dengan memberi bantuan berupa uang untuk mengikuti ujian professional.
3.

Dengan metode giliran peserta-pesrerta pelatihan manajemen dalam perusahaan.
5.

Untuk pengembangan manajemen puncak

Biasanya melalui kursus –kursus dengan waktupenuh yang singkat pada pusat-pusat manajemen khusus.

(MOEKIJAT 283-289,2002)

7.

Standarisasi

Suatu standar adalah sesuatu yang dibentuk baik oleh kebiasaan maupun kekuasaan untuk mangatur hal-hal seperti mutu, hasil pelaksanaan pelayanan dari setiap faktor yang dipergunakan dalam manajemen. Suatu standar merupakan suatu garis referensi manajemen atau dapat di pandang sebagai dasar untuk menghitung, artinya suatu dasar sebagai perbandingan. Standar memberikan dasar dengan mana tindakan atau tujuan yang sesungguhnya dapat ditentukan dan dengan demikian standar itu memberikan perbandingan antara tipe-tipe yang sama Standar berhubungan dengan semua faktor dari suatu perusahaan.(moekijat,159-160)

.

1.

Cara-Cara Untuk menyatakan Standar

Bermacam cara (alat) dapat digunakan untuk menyatakan standar, diantaranya adalah

1.

Rincian-rincian tertulis.
2.

Model.
3.

Peraturan dan ketentuan.
4.

Prosedur kebijaksanaan yang tidak tertulis.
5.

Komunikasi lisan.

(MOEKIJAT 159-161,2002)

Keuntungan Standar

1.

Membantu dalam menjalankan manajemen

Pelaksanaan proses manajemen dipercepat dengan penggunaan standar.

2.

Memberikan dasar pengertian yang umum.

Standar memberikan suatu istilah atau suatu bahasa yang umum antara pegawai dan pengawas atau antara pembeli dan penjual.

3.

Membantu dalam mendapatkan koordinasi.

Penyelarasan bermacam-macam factor yang dipergunakan oleh seorang manajer pada akhirnya bergantung kepada penyelesaian bermacam-macam standar yang disatukan.

4.

Mengurangi pemborosan.

Standar membantu menentukan kebutuhan tertentu. Kerugian yang ditimbulkan oleh perlengkapan yang sudah tua, metode-metode yang sudah tidak efisien dan bahan-bahan yang berlebih-lebihan dibuat menjadi seminimum-minimumnya, apabila dipergunakan standar yang baik dan dilaksanakan dengan seksama.

5.

Memajukan pengggunaan pegawai yang lebih baik

Standar membantu mencapai tujuan menggunakan pegawai dalam batas-batas yang dirumuskan dan diketahui dengan seksama. Pemimpin didorong untuk melaksanakan pekerjaan pemimpin juga.

6.

Mendorong kesederhanaan.

Standar cenderung menghapus praktek-praktek yang tidak lazim dan yang sukar.

7.

Bertindak sebagai pendorong untuk penelitian.

Standar membantu untuk melokalisasikan bidang-bidang yang akan diadakan perbaikan.

8.

Memberikan hubungan-hubungan yang efektif antara penemuan-penemuan penelitian dan penerapan hasil-hasilnya.
9.

Memungkinkan produksi secara besar-besaran.

Standar memungkinkan pengurus atau penyelenggaraan tiap komponen secara terpisah, dengan demikian dapat dipraktekan spesialisasi dan dapat dicapai keuntungan.

(MOEKIJAT 163-164,2002)

BAB III

METODE PENELITIAN

1.Disain Penelitian

Penelitian yang berjudul Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP 2006-2007 ini mengungkap permasalahan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif dikarenakan penelitian ini melukiskan variabel atau kondisi Manajemen sumber daya manusia dalam organisasi HIMA Jurusan ISP periode 2007-2008.

2.Populasi Dan Sampel

Populasi menurut Ari kunto adalah keseluruhan subjek penelitian .Bertitik tolak dari tujuan penelitian, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan ILMU SOSIAL POLITIK (HIMA ISP )periode 2007-2008.

Sampel adalah individu-individu yang dijadikan responden yang dipandang dapat mewakili populasi yang ada.Adapun yang dimaksud sampel menurut Soebiyanto adalah :

Sebagian daripada individu yang dijadikan sasaran penyelidikan yang diambil menurut teknik yang ada dengan dasar bahwa individu-individu itu diambil dengan ketentuan-ketentuan ilmiah dapat mewakili seluruh populasi yang ada.

Bertitik tolak dari tujuan yang ingin dicapai dan mempertimbangkan jumlah populasi yang ada ,maka peneliti akan menarik sampel adapun yang peneliti jadikan sampel dalam penelitian ini adalah beberapa oarng pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik periode 2007-2008.

3.Pengumpulan Data dan Teknik Pengumpulan Data

1.

Tekhnik Pengumpulan Data

1.

Observasi,digunakan untuk pengumpulan data yang berkaitan dengan Himpunan Jurusan Mahasiswa Ilmu Sosial Politik ( HIMA ISP )dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi.
2.

Wawancara,dilakukan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi HIMA ISP dalam melaksanakan fungsi

2.

Alat Pengumpul Data

Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah disesuaikan dengan tekhnik yang digunakan yaitu panduan observasi,pedoman wawancara,dan lembaran pencatatan

Variabel

Indikator

Item-item

Manajemen Sumber Daya manusia

1.

Target hasil kerja Departemen pengabdian masyarakat

2.

Target hasil kerja Departemen Kerohanian

3.

Target hasil kerja Departemen Seni

4.

Target hasil kerja Departemen Keolahragaan

5.

Target hasil kerja Departemen Pendidikan dan Penelitian

6.

Proses Pengangkatan Pengurus HIMA Jurusan ISP

7.

Bentuk pengawasan dalam Organisasi HIMA ISP

*

Kegiatan apa yang direncanakan oleh Departemen pengabdian masyarakat ?
*

Bagaimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut?
*

Apa Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya ?

*

Kegiatan apa yang direncanakan oleh Departemen Kerohanian ?
*

Bagaimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut?
*

Apa Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya ?

*

Kegiatan apa yang direncanakan oleh Departemen seni ?
*

Bagaimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut?
*

Apa Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannyan ?

*

Kegiatan apa yang direncanakan oleh Departemen keolahragaan ?
*

Bagaimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut?
*

Apa Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya ?

*

Kegiatan apa yang direncanakan oleh Departemen Pendidikan dan penelitian ?
*

Bagaimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut?
*

Apa Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya?

*

Bagaimana cara pengangkatan pengurus HIMA Jurusan ISP?
*

Apa kreiteria calon pengurus HIMA ISP ?
*

Bagaimana proses staffing dalam kepengurusan ?

*

Lembaga apa yang mengawasi Kinerja HIMA Jurusan ISP ?
*

Bagaimana bentuk pengawasan yang dilakukan?
*

Bagaimana system reward dan sanksi dari lembaga tersebut ?

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Sesuai dengan tujuan penelitian maka data yang diperoleh untuk setiap indikator Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP 2006-2007 Universitas Negeri Padang di distribusikan melalui persentase .Pendeskripsian dilakukan dengan cara bertahap,pertama mendiskusikan persen jawaban pada butir pertanyaan tiap indicator selanjtnya mendiskripsikan persentase jawaban tiap indicator dan terakir mendiskripsikan persentase jawaban secara umum.

Setelah dideskripsikan semua data pada setiap indicator melalui table % data,dilakukan analisis terhadap data-data tersebut sehingga dapat diperoleh gambaran Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP 2006-2007.

Angket terdiri dari dari 7 indikator dan dijabarkan dalam 54 item pertanyaan yang diisi oleh 50 orang mahasiswa.Setelah dilakukan penghitungan maka diperoleh gambaran tentang Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP 2006-2007 dari setiap butir pertanyaan

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP 2006-2007 dilihat dari Target hasil kerja masing-masing Departemen ,Proses Pengangkatan Pengurus HIMA,bentuk pengawasan dalam Organisasi HIMA ISP dan koordinasi masing-masing departemen.

Deskripsi dari pada Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dapat dilihat dari table berikut :

A.Pada bagian ini akan dikemukakan hasil penelitian tentang Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP berdasarkan butir pertanyaan

1.

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dilihat dari target hasil kerja Departemen Pengabdian masyarakat dapat dilihat dari table berikut ini.

No

Pertanyaan

%

%

%

1

Apakah pelaksanaan Bakti social kegiatan YDYP (yang datang yang pergi) yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 berjalan dengan baik?

100

0

0

2

Apakah tujuan pelaksanaan Bakti social Kegiatan YDYP yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 telah tercapai?

50

25

25

3

Adakah kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan YDYP (yang datang yang pergi )yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 ?

87.5

12.5

4

Adakah kendala Administratif yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan YDYP (yang datang yang pergi )yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 ?

87.5

12.5

5

Apakah pengatasan masalah Teknis pada kegiatan YDYP yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 terselesaikan ?

75

12.5

12.5

6

Bagaimana pengatasan masalah administratif KBM ( Kemah Bakti Mahasiswa ) yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 ?

87.5

0

12.5

7

Apakah pelaksanaan kegiatan gotong royong dalam kegiatan KBM ( Kemah Bakti Mahasiswa ) yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 berjalan baik?

87.5

0

12.5

8

Apakah pelaksanaan kegiatan dialog dengan pemuka adat nagari dalam kegiatan KBM ( Kemah Bakti Mahasiswa ) yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 berjalan baik?

67.5

25

12.5

9

Apakah tujuan kegiatan gotong royong KBM yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 sudah tercapai?

67.5

12.5

25

10

Adakah kendala administratif yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan KBM yang diangkat oleh Departemen Pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 ?

75

25

0

11

Adakah kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan KBM yang diangkat oleh Departemen Pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 ?

67.5

25

12.5

12

Apakah pengatasan masalah Administratif pada kegiatan YDYP yang diangkat oleh departemen pengabdian masyarakat HIMA ISP 2007-2008 terselesaikan ?

32.5

32.5

25

Berdasarkan tabel diatas mengenai Pelaksanaan YDYP terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui

Kemudian mengenai Pelaksanaan Kemah Bakti Mahasiswa terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui.

2.

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dilihat dari target hasil kerja Departemen Kerohanian dapat dilihat dari table berikut ini.

No

Pertanyaan

% Ya

% Tidak

% TP

1

Apakah pembutan imsakiyah ramadhan yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008 dapat dilaksanakan?

50

37.5

12.5

2

Apakah Tujuan pembuatan imsyakiah yang dilakukan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008 telah tercapai?

67.5

25

12.5

3

Adakah kendala teknis yang dihadapi dalam pembuatan imsyakiyah ramadan yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008?

50

37.5

12.5

4

Apakah pengatasan masalah Teknis dalam pembuatan imsyakiyah Ramadan yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008 dapat diselesaikan?

25

50

25

5

Apakah pengatasan masalah administratif dalam pembuatan imsyakiyah Ramadan yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008 dapat diselesaikan?

37.5

37.5

25

6

Adakah kendala administratif yang dihadapi dalam pembuatan imsyakiyah ramadan yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008?

7

Apakah pelaksanaan kegiatan buka bersama yang diangkat oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008 berjalan dengan baik?

25

37.5

37.5

8

Apakah tujuan pelaksanaan kegiatan buka bersama yang diangkat oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008 telah tercapai?

37.5

37.5

25

9

Adakah kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan buka bersama yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008?

25

50

25

10

Adakah kendala administratif yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan buka bersama yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008?

25

62.5

12.5

11

Apakah pengatasan masalah Teknis dalam pelaksanaan kegiatan buka bersama yang yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008?

87.5

0

12.5

12

Apakah pengatasan masalah administratif dalam pelaksanaan kegiatan buka bersama yang yang diangkatkan oleh departemen kerohanian HIMA ISP 2007-2008dapat diselesaikan ?

50

37.5

12.5

Berdasarkan tabel diatas mengenai Pelaksanaan YDYP terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui

Kemudian mengenai Pelaksanaan Kemah Bakti Mahasiswa terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui.

3.

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dilihat dari target hasil kerja Departemen Seni dapat dilihat dari table berikut ini.

No

Pertanyaan

% Ya

% Tidak

% TP

1

Apakah tujuan pelaksanaan kegiatan depatertemen seni HIMA ISP 2007-2008 telah tercapai?

37.5

50

12.5

2

Apakah ada kendala administratif yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan oleh departemen seni HIMA ISP 2007-2008?

37.5

25

37.5

3

Apakah pengatasan masalah Administratif dalam pelaksanaan kegiatan departemen seni HIMA ISP 2007-2008 dapat diselesaikan?

37.5

37.5

25

4

Apakah ada kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan oleh departemen seni HIMA ISP 2007-2008?

62.5

0

37.5

5

Apakah pengatasan masalah teknis dalam pelaksanaan kegiatan departemen seni HIMA ISP 2007-2008 dapat diselesaikan?

62.5

12.5

25

Berdasarkan tabel diatas mengenai Kerja Departemen seni terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui

4.

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dilihat dari target hasil kerja Departemen Pendidikan dan penelitian dapat dilihat dari table berikut ini.

No

Pertanyaan

% Ya

% Tidak

% TP

1

Apakah pelaksanaan kegiatan rapat kerja himpunan mahasiswa jurusan ISP periode 2007-2008 berjalan dengan baik?

50

50

0

2

Apakah tujuan pelaksanaan kegiatan rapat kerja himpunan mahasiswa jurusan ISP periode 2007-2008 telah tercapai?

12.5

62.5

25

3

Adakah kendala teknis yang dihadapi dalam kegiatan rapat kerja himpunan mahasiswa jurusan ISP periode 2007-2008?

12.5

25

62.5

4

Adakah kendala administratif yang dihadapi dalam kegiatan rapat kerja himpunan mahasiswa jurusan ISP periode 2007-2008?

25

37.5

37.5

5

Apakah pengatasan masalah teknis dalam kegiatan rapat kerja HIMA ISP periode 2007-2008 dapat diselesaikan?

37.5

25

37.5

6

Apakah pengatasan masalah administratif dalam kegiatan rapat kerja HIMA ISP periode 2007-2008 dapat diselesaikan?

50

25

25

7

Apakah pelaksanaan kegiatan latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa yang diangkatkan oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 berjalan lancar?

Apakah tujuan pelaksanaan kegiatan latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa yang diangkatkan oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 telah tercapai?

8

Adakah kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan latihan kepemimpinan mahasiswa yang diangkatkan oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008?

37.5

25

37.5

9

Adakah kendala administratif yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan latihan kepemimpinan mahasiswa yang diangkatkan oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008?

25

25

50

10

Apakah pengatasan masalah teknis dalam pelaksanaan kegiatan latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa yang diangkatkan oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 telah diselesaikan ?

25

12.5

62.5

11

Apakah pengatasan masalah administratif dalam pelaksanaan kegiatan latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa yang diangkatkan oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 telah diselesaikan ?

25

25

50

12

Apakah pelaksanaan kegiatan seminar daerah yang diangkat oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008?

25

62.5

12.5

13

Apakah tujuan pelaksanaan kegiatan seminar daerah yang diangkat oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 telah tercapai?

50

37.5

121.5

14

Apakah ada kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan seminar daerah yang diangkat oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 ?

37.5

50

12.5

15

Apakah ada kendala administratif yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan seminar daerah yang diangkat oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 ?

62.5

25

12.5

16

Apakah pengatasan msalah teknis dalam pelaksanaan kegiatan seminar daerah yang diangkat oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 dapat terselesaikan?

62.5

25

12.5

Apakah pengatasan msalah administratif dalam pelaksanaan kegiatan seminar daerah yang diangkat oleh departemen pendidikan dan penelitian HIMA ISP periode 2007-2008 dapat terselesaikan?

75

12.5

12.5

Berdasarkan tabel diatas mengenai Kerja Departemen seni terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui

Berdasarkan tabel diatas mengenai Kerja Departemen seni terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui

Berdasarkan tabel diatas mengenai Kerja Departemen seni terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui

5.

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dilihat dari target hasil kerja Departemen Keolahragaan dapat dilihat dari table berikut ini.

No

Pertanyaan

% Ya

% Tidak

% TP

1

Apakah tujuan pelaksanaan kegiatan departemen keolahragaan HIMA ISP 2007-2008 telah tercapai?

25

75

0

2

Adakah kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan oleh depatertemen keolahragaan HIMA ISP 2007-2008?

37.5

37.5

25

3

Adakah kendala administratif yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan oleh depatertemen keolahragaan HIMA ISP 2007-2008?

25

50

25

4

Apakah pengatasan masalah teknis dalam pelaksanaan kegiatan departemen keolahragaan HIMA ISP 2007-2008 dapat diselesaikan

37.5

37.5

25

5

Apakah pengatasan masalah administratif dalam pelaksanaan kegiatan departemen keolahragaan HIMA ISP 2007-2008 dapat diselesaikan ?

37.5

25

37.5

Berdasarkan tabel diatas mengenai Kerja Departemen seni terlihat bahwa sebesar % responden menjawab pelaksanaan tercapai , % pelaksanaan tidak tercapai dan % tidak mengaetahui, mengenai pencapaian tujuan departemen pengabdian Masyarakat responden mmemberikan jawaban % tujuan tercapai %tidak tercapai dan 20% tidak mengetahui,mengenai kendala dalam kegiatan responden memberikan jawaban % ada, % pelaksanaan tidak ada % tidak mengetahui,mengenai pengatasan masalah,responden memberikan jawaban %dapat diatasi , %tidak dapat diatasi dan %tidak mengetahui

6.

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dilihat dari Proses rekrutmen pengurus HIMA ISP.

1

Apakah metode pengankatan pengurus HIMA ISP periode 2006-2007sudah mewakili seluruh mahasiswa ISP

2

Apakah metode pengangkatan dilakukan dengan cara Voting?

3

Apakah Metode pengangkatan dilakukan dengan cara Musyawarah?

4

Apakah pengankatan dilakukan dengan cara pengumuman ?

Berdasarkan table diatas mengenai apakah pengurus HIMa telah mewakili seluruh Mahasiswa IAN % responden menjawab ya, % responden menjawab tidak dan % responden tidak ada pendapat.mengenai pengangkatan pengurus dengan cara voting , % responden menjawab ya, % responden menjawab tidak dan % responden tidak ada pendapat.mengenai pengankatan dengan cara musyawarah, % responden menjawab ya, % responden menjawab tidak dan % responden tidak ada pendapat.mengenai pengankatan dengan cara pengumumam % responden menjawab ya, % responden menjawab tidak dan % responden tidak ada pendapat.mengenai

7.

Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP dilihat dari koordinasi antara pengurus dan pelatihan –pelatihan terhadap pengurus HIMA ISP.

No

Pertanyaan

% Ya

% Tidak

% TP

1

Apakah koordinasi masing-masing departemen dalam menjalankan tugas pada kepengurusan HIMA ISP 2006-2007 sudah berjalan dengan baik?

37.5

50

12.5

2

Adakah pelatihan-pelatihan yang diberikan terhadap pengurus dalam memperbaiki kinerja pada kepengurusan HIMA ISP 2006-2007 ?

25

50

25

Berdasrkan table diatas mengenai korrdinasi masing-masing departemen terlihat bahwa % responden menjawab ya,% mejawab tidak dan % persen tidak ada pendapat.kemudian mengenai Pelatihan terhadap kinerja pengurus, % responden menjawab ya,% mejawab tidak dan % persen tidak ada pendapat

B.Pada bagian ini Dikemukakan Pembahasan hasil Penelitian Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP

Sebagaiman telah diungkapkan terlebih dahulu bahwa Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi HIMA ISP meliputi

*

Target hasil Kerja Departemen Pengabdian masyarakat

Hasil penelitian mengenai target hasil kerja mengenai departemen ini bahwa Departemen pengabdian masyarakat telah dapat melaksanakan kinerja nya dengan baik hal ini dapat kita lihat dari tercapainya tujuan dari tugas departemen ini kemudian kendala-kendala yang ada dapat diatasi oleh departemen ini.

*

Target hasil kerja Departemen kerohanian

Hasil penelitian mengenai target hasil kerja mengenai departemen ini bahwa Departemen kerohanian telah dapat melaksanakan kinerja nya dengan baik hal ini dapat kita lihat dari tercapainya tujuan dari tugas departemen ini kemudian kendala-kendala yang ada dapat diatasi oleh departemen ini

*

Target hasil kerja Departemen seni

Hasil penelitian mengenai target hasil kerja mengenai departemen ini bahwa Departemen seni belum bias melaksanakan kinerja nya dengan baik hal ini dapat kita lihat dari tidak berjalannya program kerja dan tidak tercapainya tujuan departemen ini kemudian kendala-kendala tidak dapat diatasi oleh departemen ini

*

Target hasil kerja keolahragaan

Hasil penelitian mengenai target hasil kerja mengenai departemen ini bahwa Departemen keolahragaan belum bisa melaksanakan kinerja nya dengan baik hal ini dapat kita lihat dari tidak berjalannya program kerja dan tidak tercapainya tujuan departemen ini kemudian kendala-kendala tidak dapat diatasi oleh departemen ini

*

Target hasil Kerja Departemen pendidikan dan penelitian

Hasil penelitian mengenai target hasil kerja mengenai departemen ini bahwa Departemen pendidikan dan penelitian telah dapat melaksanakan kinerja nya dengan baik hal ini dapat kita lihat dari tercapainya tujuan dari tugas departemen ini kemudian kendala-kendala yang ada dapat diatasi oleh departemen ini.

*

Koordinasi masing-masing departemen

Tidak terjalinnya Koordinasi antar departemen dalam kepengurusan hima isospol.

*

Pelatihan

Tidak berjalannya Pelatihan yang dibutuhkan pengurus organisasi dalam memnjalankan tugasnya.

BAB V

PENUTUP

1.

Kesimpulan

*

Berdasarkan uraian dan pendekatan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan penerapan Sumber Daya Manusia di organisasi HIMA ISP dilihat dari target hasil kerja departemen secara umum dapat berjalan dengan baik walaupun ada beberapa departemen yang tidak dapat mengatasi masalah interennya.
*

Penerapan SDM penerapan Sumber Daya Manusia di organisasi HIMA ISP dilihat dari korrdinasi masing-masing departemen tidak berjalan lancer yang artinya masing -,masing departemen berjalan sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi.
*

penerapan Sumber Daya Manusia di organisasi HIMA ISP dilihat dari perekrutan Pengurus tidak sesuai dengan konsep Manajemen Sumber Daya Manusia yang seharusnya.
*

penerapan Sumber Daya Manusia di organisasi HIMA ISP dilihat dari pelatihan-pelatihan,tidak adanya pelatihan –pelatihan yang dilakukan untuk menunjang ketermpilan pengurus dalam bekerja.

2.

Saran

Dari kesimpulan diatas maka dapat disampaikan beberapa saran.

*

Hima isospol sebaiknya menjalankan koordinasi yang lebih intensif antar departemennya agar kegiatan organsiasi berjalan dengan lancer
*

Hima isospol seharusnya melaksanakan pelatihan-pelatihan kepada pengurus menyangkut kegiatan operasional organisasi untuk meningkatkan kinerja organisasi kearah yang lebih baik.
*

Harus ada proses reekrutmen yang jelas dengan menerapkan standar-standar kualifikasi tertentu.
*

Lembaga pengawas homa seharusnya dapat berperan aktif dalam mengawasi kinerja kepengurusan hima isospol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: